Senin, 25 Mei 2026, pukul : 02:50 WIB
Surabaya
--°C

Kirim Video ke Suaminya di Penjara, Perempuan ini Didakwa Ancaman Pembunuhan Wapres

MIAMI-KEMPALAN: Seorang wanita Miami mengirim pesan tentang membunuh Wakil Presiden AS Kamala Harris kepada suaminya yang dipenjara melalui JPay, sebuah layanan yang digunakan untuk berbagi media antara orang-orang yang tidak dipenjara dan yang dipenjara.

Niviane Petit Phelps, seorang perawat berusia 39 tahun dari Miami, Florida, telah didakwa mengancam akan membunuh Wakil Presiden AS Kamala Harris dalam serangkaian video yang dia kirimkan kepada pasangannya di penjara, menurut pengaduan pidana yang diajukan di Pengadilan Distrik Negara Bagian AS untuk Distrik Selatan Florida.

“Niviane Petit Phelps secara sadar dan sengaja membuat ancaman untuk membunuh dan melukai wakil presiden Amerika Serikat yang melanggar Judul 18, Bagian Kode Amerika Serikat 871”, kata pengaduan itu seperti yang dikutip Kempalan dari Sputnik.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

“Video tersebut secara umum menggambarkan Phelps mengeluh dan berbicara dengan marah ke kamera tentang kebenciannya terhadap Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris, antara lain. Namun, dalam video tersebut, Phelps juga membuat pernyataan tentang pembunuhan Wakil Presiden Harris,” kata pihak berwenang.

Dalam satu video, Phelps mengatakan wakil presiden “akan mati” setelah “seseorang membayar saya $ 53.000 hanya untuk membunuh Anda”, menurut pengaduan tersebut. Dalam video lain, wanita itu mengatakan dia akan pergi ke tempat latihan menembak “sampai kamu meninggalkan kursi (meninggalkan jabatan)”, sementara di video ketiga, dia mengklaim bahwa Harris akan mati dalam 50 hari, pihak berwenang mengungkapkan.

Video tersebut berisi ancaman berikut: “Saya akan pergi ke lapangan tembak. … Saya bersumpah demi Tuhan, hari ini adalah hari Anda, Anda akan mati dalam 50 hari dari hari ini, tandai hari ini”, dan “Kamala Harris Anda akan mati. Hari-hari Anda sudah terhitung mulai sekarang”, kata pengaduan itu.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Selain video yang dikirim pada pertengahan Februari itu, Phelps juga membagikan beberapa foto dengan suaminya, salah satunya menunjukkan dia di lapangan tembak sambil menyeringai memegang pistol di sebelah target dengan lubang peluru. (Sputnik, rez)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.