SURABAYA-KEMPALAN: Azerbaijan merupakan suatu negara di semenanjung Kaukasus di perbatasan antara benua Eropa dan Asia Barat. Negara yang memiliki penduduk sekitar 9,5 juta jiwa ini, menyimpan banyak sekali harta karun kebudayaan yang sangat mendunia. Salah satu tokoh yang menghasilkan karya orisinil dan mampu memberikan dampak yang sangat luas dalam kehidupan sosial adalah Nizami Ganjavi.
Nizami Ganjavi merupakan salah satu seniman dan pujangga terbesar dalam sejarah Azerbaijan. Ia dianggap sebagai tokoh yang secara masif memproduksi karya tulis dengan jalan cerita yang menakjubkan dan tutur bahasa yang unik. Nizami Ganjavi hidup di abad 12 pada masa Kesultanan Seljuk. Karya-karya fenomenal dari Nizami Ganjavi, seperti Khamsa (Lima puisi) – Treasury of Secrets (1175), Khosrow dan Shirin (1180), Leyli dan Majnun (1188), Seven Beauties (1197) dan Iskander-Nameh ( 1203).
Sosok yang sudah melegenda dan membudaya di negara Azerbaijan bahkan dunia ini, sangat diapresiasi dan dihormati di Azerbaijan. Salah satu bentuknya adalah dengan mendeklarasikan tahun 2021 sebagai “Nizami Ganjavi Year”. Hal ini didasarkan pada momentum untuk memperingati 880 tahun kepergian Nizami Ganjavi.
“Nizami Ganjavi bukan hanya penyair biasa, ia adalah pemikir dan filsuf yang hebat. Dalam karyanya tidak hanya menonjolkan puisi klasik timur dan filsafat islam, tetapi juga menulis tentang kehidupan orang-orang sederhana, petani, dan kehidupan sosial lainnya,” tutur Jalal Mizayev selaku Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia kepada Kempalan dalam wawancara via Zoom Meeting, Rabu (14/4).
Jalal menjelaskan bahwa Nizami Ganjavi menuliskan segala hal, mulai dari hal yang masuk dalam konteks sosial hingga catatan yang berbau sejarah. Nizami Ganjavi menjadi tokoh sentral yang menghasilkan karya yang luar biasa. Sehingga meninggalkan catatan sejarah yang secara gamblang memberikan standar baru di dunia sastra.

Nizami Ganjavi memberikan dampak dan pengaruh yang sangat luar biasa pada dunia. Duta Besar Azerbaijan ini, menngungkapkan bahwa karya tulis dan puisi dari Nizami Ganjavi memiliki kontribusi positif pada hubungan masyarakat di Azerbaijan. Karena dalam lintas generasi di Azerbaijan, semuanya tumbuh besar dengan karya-karya Nizami Ganjavi yang telah menjadi budaya. Cerita dan puisi yang diciptakan, memiliki pesan baik untuk generasi muda dan generasi tua dalam masyarakat.
“Nizami Ganjavi bukan hanya seorang pujangga, namun ia adalah pencerita yang baik dan guru filosofi yang baik,” jelas Jalal.
Warisan yang sudah menjadi budaya dalam bingkai sejarah literasi ini, mengokohkan Nizami Ganjavi sebagai fenomena besar selama berjalannya peradaban bangsa Azerbaijan. Ia secara nyata memberikan kontribusi yang sangat besar dalam kehidupan sosial dan budaya di negara Azerbaijan.
Ketika ditanya mengenai kerja sama antara Indonesia dan Azerbaijan dalam hal pertukaran wartawan yang sempat disinggung pada pertemuan Duta Besar Azerbaijan dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jumat (19/3). Jalal menjawab bahwa sedang dalam proses pembahasan dengan pemerintah Azerbaijan.
“Kami sedang membahas terkait teknis kegiatan ini. Saya berharap kami segera bisa memberikan informasi yang relevan kepada masyarakat Azerbaijan dan Indonesia,” imbuhnya.
Sebelum menutup wawancara, Jalal Mizayev mengucapkan terima kasih banyak atas atensi yang diberikan oleh masyarakat Indonesia tentang Nizami ganjavi. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan yang terbaik dalam menginformasikan karya-karya dan puisi mengenai Nizami Ganjavi kepada Indonesia. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi