Sabtu, 14 Maret 2026, pukul : 12:07 WIB
Surabaya
--°C

Resafel Rabu Kliwon

KEMPALAN: Ibarat main judi kartu, Jokowi adalah bandar yang jago kocok, pintar memilih kartu, dan piawai bagi-bagi kartu.
Belum genap empat bulan mengocok kartu kabinet, sekarang ia mau mengocok lagi. Siapa yang jadi kartu mati dan bakal masuk kotak, siapa yang dapat kartu baru, semua pada menunggu dengan H2C, harap-harap cemas.
Sebagai bandar, Jokowi sangat hobi dan doyan melakukan kocok ulang dan gonta-ganti kartu. Ia tidak sabar dengan kartu yang tidak bisa jalan kencang, ia cepat bosan, dan tidak segan-segan menarik kartu itu. Baru Desember akhir tahun lalu, belum genap empat bulan, Jokowi mengocok kartu, sekarang dia sudah ancang-ancang kocok ulang lagi.

Pada kocok ulang Desember lalu Jokowi mendapat momentum karena dua menterinya kena cokok KPK. Kesempatan itu dia pakai untuk memberhentikan menteri yang tidak efektif dan memasukkan dua kartu baru yang cukup segar, Sandiaga Uno sebagai menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, dan Tri Rismaharini menjadi menteri sosial.

Dua kartu ini jalan cukup moncer. Sandiaga Uno menjadi kartu oposisi terakhir yang diringkus oleh Jokowi setelah Prabowo Subianto lebih dulu masuk kabinet setelah pilpres 2019. Ketika itu Sandi menegaskan akan berada diluar pemerintahan untuk menjadi oposisi. Tapi, tawaran menjadi menteri terlalu indah untuk dilewatkan.

Maka Sandi pun masuk gerbong berkumpul dengan habitatnya yang asli dari geng HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) dan geng Kadin, seperti Erick Thohir, Muhammad Lutfi, Bahlil Lahadalia. Tinggallah para pendukung pasangan 02 Prabowo-Sandi merana sendiri karena dua kartu sudah diringkus. Ibarat promo beli satu dapat gratis dua, pilih Jokowi-Ma’ruf Amin dapat gratis Prabowo-Sandi.

Tri Rismaharini sejak jadi walikota Surabaya sudah menjadi kartu kesayangan Megawati Soekarnoputri. Dianggap sukses dua periode memimpin Surabaya Risma harus dapat kartu yang lebih bagus. Seperti pucuk dicinta ulam tiba. Bencana bagi Juliari Batubara, durian runtuh bagi Risma. Juliari masuk penjara, Risma masuk kabinet menggantikan Juliari sebagai menteri sosial. Risma dapat pewe, “posisi wenak” dan Jokowi bisa menyenangkan Mega karena jatah PDIP tidak hilang setelah tukar guling Juliari dengan Risma si anak emas Mega.

Kali ini Jokowi kocok kartu lagi untuk kali kelima. Ada kementerian yang digabung dan ada kementerian baru yang dibentuk. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan dimerger dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia. Lalu ada kementerian baru yang mengurusi investasi.

Jokowi bersama menteri Kabinet Indonesia Maju.

Urusan pendidikan sejak dulu sampai sekarang menjadi kartu yang bikin bingung, berapa kali diganti, berapa kali dipisah, berapa kali digabung, dipisah lagi. Dulu departemen pendidikan dan kebudayaan, Depdikbud, diplesetkan menjadi Dagdigdug, karena setiap kali ganti menteri selalu ganti kebijaksanaan, sehingga orangtua murid dan para guru jadi dagdigdug hatinya. Murid-murid sekolah dan para guru seperti menjadi eksperimen percobaan dari menteri ke menteri.

Pendidikan dan kebudayaan pernah digabung, lalu dipisah, lalu digabung lagi. Sekarang malah ditambahi dengan beban riset dan teknologi. Sejak zaman Pak Harto riset dan teknologi menjadi kementerian yang bergengsi karena ada B.J Habibie. Waktu zaman Gus Dur kementerian ini jadi bahan olok-olok karena menteri A.S Hikam hanya mengerti riset tapi tidak mengerti teknologi. Di zaman Jokowi malah dilebur dan diserahkan kepada Nadiem Makarim. Urusan pendidikan yang strategis, urusan kebudayaan yang menyangkut jatidiri bangsa, dan urusan riset teknologi yang menjadi kunci kemajuan negara, cukup diserahkan kepada Nadiem Makarim yang prestasi terbaiknya adalah membuat aplikasi Gojek.

Penunjukan Nadiem sebagai mendikbud menuai banyak kritik, karena dianggap tidak kompeten. Banyak kebijakannya yang kontroversial dan diprotes oleh berbagai kalangan. Banyak yang menduga Nadiem akan jadi korban gusur pada resafel Desember tahun lalu. Tapi banyak yang kecele karena ternyata Nadiem bertahan. Pada resafel terbaru kali ini nama Nadiem tidak muncul dalam daftar spekulasi menteri yang kena kocok ulang. Posisi politik Nadiem masih cukup aman. Ia malah dapat bonus baru untuk mengurusi riset teknologi dan inovasi.

Terbentuknya kementerian baru bidang investasi mungkin karena Jokowi dapat bisikan wangsit. Sudah enam tahun jadi menteri baru sekarang kepikiran. Selama ini urusan investasi dirangkap oleh menteri serba bisa, menteri segala arah penguasa delapan penjuru angin, Luhut Binsar Panjaitan. Tapi rupanya setelah dapat wangsit, Jokowi akan mengangkat menteri baru untuk mengurusi investasi.

Untuk urusan resafel kali ini pun Jokowi seperti biasanya harus menunggu wangsit. Ia menghitung nagadina untuk mencari hari baik. Dan seperti biasanya juga Jokowi akan memilih hari Rabu sebagai keramat untuk mengambil kebijaksanaan strategis. Mungkin bukan sekadar kebetulan bahwa semua resafel diumumkan Jokowi pada hari Rabu. Karena itu resafel kali ini pun diperkirakan akan diumumkan Rabu, entah Rabu Pahing minggu ini, atau Rabu Kliwon minggu depan, Jokowi sedang mematut-matutkan hitungan dan berkonsultasi dengan penasihat spritualnnya.

Jokowi pengamal kebudayaan Jawa yang tekun. Dalam tradisi budaya Jawa orang menghitung hari baik dan buruk sesuai primbon Jawa sebelum mengambil keputusan penting. Kepercayaan Jawa akan menghindari hari buruk seperti geblak, meninggalknya seseorang, atau hari-hari tertentu yang terlarang untuk melakukan sesuatu seperti bepergian. Tradisi klenik dan mistisisme Jawa percaya kepada isyarat alam atau hewan tertentu. Suara burung atau kemunculan kucing akan diramesi dan dikaitkan dengan interpretasi tertentu. Tradisi klenik Jawa percaya hewan tertentu bisa memberi kekuatan magis tertentu pula, misalnya burung perkutut. Ada pula kepercayaan untuk memelihara hewan tertentu dengan tujuan tertentu. Beberapa waktu yang lalu viral foto Jokowi duduk di pinggir kolam sambil melepas kodok di kolam Istana Bogor, Jokowi juga melepas beberapa ekor burung di istana. Hal ini ditafsirkan sebagai laku spritual dengan maksud-maksud khusus.

Kebiasaan Jokowi itu sekarang menjadi bagian dari ritual politik yang rutin. Karena itu resafel kali ini pun dikaitkan dengan hari baik ala primbon Jawa. Bahkan, Ali Ngabalin, yang bukan Jawa dan tidak mengerti nagadina, ikut-ikutan berspekulasi bahwa resafel akan diumumkan Rabu.

Kartu baru apa yang bakal diturunkan dan kartu lama mana yang bakal ditutup sudah menjadi spekulasi yang luas beberapa hari terakhir. Bocoran mengenai siapa saja menteri yang bakal kena resafel dan siapa saja yang bakal masuk sudah jadi bisik-bisik tetangga beberapa hari ini.

Ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Muhadjir Effendy, dan Zulkifli Hasan.

Bagi Jokowi kocok ulang ini bukan sekadar ganti kartu lama dengan kartu baru, tapi yang lebih penting adalah Jokowi bagi-bagi kartu secara merata kepada para pendukungnya dari kalangan partai politik. Siapa pun menteri dari kalangan parpol yang tergusur hampir pasti akan diganti oleh temannya dari sesama parpol.

Jokowi bagi-bagi kartu untuk menjaga keseimbangan koalisinya yang gemuk. Untuk menjaga keseimbangan itu Jokowi harus bagi-bagi kartu kekuasaan supaya tidak terjadi hujan tidak merata yang bisa memengaruhi keseimbangan.
Di antara parpol koalisi yang belum kebagian kartu menteri adalah PAN (Partai Amanat Nasional). Partai ini mendukung Prabowo-Sandi dengan setengah hati pada pilpres 2019. Zulkifli Hasan sebagai ketua partai sudah lama punya hubungan mesra dengan Jokowi. Tapi, faktor Amien Rais menjadi penghalang utama bagi PAN untuk bisa merapat ke Jokowi.

PAN harus membuang kartu Amien Rais untuk bisa diterima di koalisi Jokowi. Itulah yang dilakukan Zulhas pada kongres 2020 di Kendari. “The War of The Besan”, perang keras antar-besan terjadi pada kongres itu, dan Zulhas akhirnya bisa mengalahkan sang besan Amien Rais dan menyingkirkannya dari PAN.

Sekarang waktunya Zulhas kirim bill tagihan kepada Jokowi. Pada resafel Desember lalu PAN belum kebagian, dan sekarang adalah saat yang tepat bagi Jokowi untuk membayar utangnya. Spekulasi yang beredar menyebutkan Zulhas sendiri yang bakal masuk kabinet. Tidak tanggung-tanggung, Zulhas bakal diberi kursi menko, menteri koordinator, bukan menko disik, alias nanti dulu.

Posisi yang cocok untuk Zulhas adalah menko urusan sosial, berarti dia akan menggeser Menko PMK Muhadjir Effendy yang menjadi representasi Muhammadiyah. Kalau ini terjadi tentu keseimbangan kartu dengan Muhammadiyah akan terpengaruh. Tetapi Zulhas adalah Muhammadiyah kultural, dan dia cukup cerdik untuk memainkan kartu supaya keseimbangan koalisi dengan Muhammadiyah tetap terjaga.

Kartu baru itu akan menjadi turf bagi Zulhas untuk merangkul Muhammadiyah sekaligus menutup gerakan Partai Ummat bentukan Amien Rais untuk melakukan penetrasi ke Muhammadiyah.

Tentu, warga Muhammadiyah tidak percaya kepada klenik nagadina ala Jokowi.

Kita tunggu kartu apa yang bakal diturunkan Jokowi pada resafel Rabu Pahing atau Rabu Kliwon ini. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.