Oleh: Ferry Is Mirza
Wartawan Senior, Pengurus PWI Jatim
KEMPALAN: Ketika kita sudah berupaya menjaga niat dalam beramal agar senantiasa ikhlas. Lalu, datanglah ujian berupa penghargaan atau sanjungan. Pada titik ini hati kita diuji apakah akan berbelok ataukah akan tetap istiqomah dalam keikhlasan.
Kita memang tidak bisa menahan orang lain untuk berkomentar apapun tentang kita. Baik itu komentar yang enak didengar maupun yang tidak enak.
Kita pun tidak bisa sepenuhnya mengontrol agar amal yang kita lakukan benar-benar luput dari penglihatan atau sepengetahuan orang lain.
Adakalanya amal kita karena Allah takdirkan untuk terlihat, terdengar oleh orang lain.
Disinilah letak ladang ibadah bagi kita. Saat pujian, sanjungan, penghargaan orang lain menghampiri kita dan kita menerimanya dengan penuh rasa hormat. Sementara hati kita terus-menerus beristighfar, membersihkan hati dari bibit-bibit riya’, membungkus pujian-pujian makhluk dan menyerahkannya hanya kepada Allah. Inilah ikhtiar kita menguatkan niat ikhlas Lillaahi Ta’ala.
Begitu juga jika yang datang kepada kita adalah cibiran, hinaan hanya karena kita beramal sholeh, maka inipun sama merupakan rezeki tambahan dari Allah Ta’ala.
Mengapa disebut rezeki tambahan ? Karena Allah. memberikan kesempatan kepada kita untuk latihan mujahadah dalam menjaga keikhlasan. Tidak ada yang sia-sia di hadapan Allah.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim, Ibnu Majah, Ahmad, Baihaqi)
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi kita hidayah sehingga kita semakin istiqomah dalam keikhlasan beribadah, hanya mengejar ridha Allah Suhbanahu Wa Ta’ala.
Aamiinyaarobbal aalamiin. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi