JAKARTA-KEMPALAN: Di era yang serba modern seperti sekarang, penggunaan teknologi digital menjadi suatu hal yang menjadi corak penting. Negara-negara berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi khususnya berbasis digital guna dapat menyalip negara-negara lain di kancah persaingan internasional. Hal ini selaras dengan narasi yang diucapkan oleh Presiden RI, Joko Widodo, dalam membuka perhelatan akbar Hannover Messe 2021 secara daring.
Pameran teknologi ini di sektor industrial terbesar ini akan diselenggarakan pada tanggal 12-16 April 2021 secara daring. Dimana Indonesia akan bersaing dengan negara-negara modern lain dalam hal pengembangan teknologi digital.
“Transformasi teknologi yang mencitpakan momentum, bukan saja membawa dunia keluar dari pandemi, namun sekaligus melakukan lompatan besar ke depan,” ujar Joko Widodo dalam membuka acara Hannover Messe 2021 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/4).
Joko Widodo mengungkapkan bahwa tahun 2045 adalah momentum emas bagi Indonesia. Hal ini menjadi harapan besar Indonesia untuk memanifestasikan ekonomi maju dengan industri 4.0. Ia melihat bahwa sektor ekonomi digital dan industri 4.0 ini menjadi yang tercepat di Asia Tenggara.
Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia memiliki lima unicorn dan satu decacron. Startup ini akan turut serta menjadi stakeholder dalam berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekitar US 133 milliar dollar di tahun 2025.
“Indonesia memiliki startup sektiar 2. 193, kelima terbesar di dunia,”tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Presien RI menuturkan bahwa perlu ada sinergitas antara negara-negara di dunia untuk memajukan perekonomian dunia. Ia mengajak Jerman, sebagai tuan rumah perhelatan Hannover Messe 2021, guna mewujudkan transformasi digital di Indonesia.
Joko Widodo menjelaskan bahwa ada beberapa hal utama guna menyiapkan skema dalam implementasi industri 4.0. Pertama adalah penguatan sumber daya manusia, dengan tantangan penyiapan sumber daya yang mampu menhadapai tantangan zaman, seperti big data, artificial intelligence, internet of things. Lalu iklim investasi yang kondusif bagi industri ini wajib diejawantahkan. DImana pembenahan iklim investasi membutuhkan reformasi struktural. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi