Sabtu, 16 Mei 2026, pukul : 03:32 WIB
Surabaya
--°C

Majelis Umum PBB ke Azerbaijan, Bahas Vaksin dan Konflik Karabakh

BAKU-KEMPALAN: Presiden ke-75 dari Majelis Umum PBB, Volkan Bozkir diterima oleh Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev dalam lingkup kunjungan resmi Bozkir ke Baku pada Jumat (9/4). Selama kunjungannya, pejabat PBB menekankan bahwa Azerbaijan memainkan peranan yang sangat penting dalam seluruh permasalahan internasional.

Melansir Daily Sabah, Bozkir menekankan pentingnya Azerbaijan untuk PBB dan mengatakan mengenai KTT tentang krisis Covid-19 yang diadakan di bawah kepemimpinan Aliyev. “Azerbaijan adalah sebuah negara yang sangat penting untuk PBB. Selama masa jabatan saya, kami mengadakan pertemuan puncak yang sangat penting di bawah kepemimpinan Presiden Ilham Aliyev. Presiden Ilham Aliyev mempelopori PBB untuk mengadakan pertemuan khusus dalam perang melawan wabah Covid-19. Pertemuan ini berakhir dengan kesuksesan besar.”

Menyatakan bahwa dirinya diterima oleh Aliyev, Bozkir berkata, “Kami membahas semua masalah regional dan isu-isu dalam agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa. Saya berterima kasih atas kontribusinya kepada PBB dan komitmennya pada multilateralisme. Selama kunjungan ini, kami juga akan mengadakan pertemuan dengan ketua parlemen dan menteri luar negeri. Saya sangat senang bisa datang ke Azerbaijan.”

Bozkir juga berbagi masalah tentang agenda PBB, “Membantu negara-negara dalam situasi yang sangat sulit, memerangi pandemi, memastikan distribusi vaksin yang adil dan merata ke semua negara, serta masalah air, pertanian, penggurunan, listrik, digital dalam agenda kami.”

Selama pertemuan di mana epidemi COVID-19 dan perang Nagorno-Karabakh dibahas, Aliyev mengatakan: “Kebrutalan Armenia terlihat jelas di tanah yang dibebaskan dari pendudukan. Saat organisasi internasional melihat ini dengan mata kepala sendiri, komunitas dunia akan mendapatkan informasi yang lebih baik tentang invasi ke Armenia.”

Dia menyinggung situasi di Karabakh dan menunjukkan bahwa monumen sejarah, agama dan budaya Azerbaijan dihancurkan oleh orang-orang Armenia selama masa pendudukan. Ia mendesak organisasi internasional, terutama UNESCO, untuk datang ke kawasan itu dan melihat kehancurannya.

Menyampaikan bahwa Azerbaijan selalu memiliki hubungan dekat dengan PBB, Aliyev berkata: “Kami memiliki hubungan dekat dengan badan-badan PBB dan hubungan ini terus berlanjut. Pada periode pasca perang, kontak menjadi lebih aktif dan kontak ini akan terus berlanjut. Mereka harus terus berlanjut dan tetap aktif setelahnya. Saya telah berulang kali menyatakan bahwa masalah Nagorno-Karabakh telah diselesaikan, bahwa Azerbaijan telah menyelesaikannya dan melaksanakan keputusan di atas kertas selama hampir 30 tahun.”

Ketika kunjungannya ke ibu kota, Bozkir mengunjungi makam mantan Presiden Haidar Aliyev. Meninggalkan bunga di kuburan mantan pemimpin, Bozkir berhenti sejenak. Dia juga mengunjungi kuburan orang Azerbaijan dan Turki yang tewas selama konflik.

Sementara itu, Aliyev ketika menerima Bozkir menekankan ketidakadilan yang dialami beberapa negara dalam berbagi vaksin virus korona di seluruh dunia dan mencatat bahwa nasionalisme vaksin adalah agenda dunia.

“Azerbaijan adalah salah satu negara pertama yang mengangkat masalah ini. Hari ini kami sedang berupaya menghilangkan ketidakadilan ini,” katanya seperti yang dikutip Kempalan dari Anadolu Agency.

“Penyelenggaraan sidang khusus PBB atas prakarsa presiden Azerbaijan selama pandemi COVID-19 mendapat tanggapan luas dari masyarakat internasional,” tambah Bozkir seperti yang dikutip Kempalan dari Azer News. “Sekarang kita semua bersama-sama harus siap menghadapi tantangan baru dalam periode pasca pandemi.” (Daily Sabah/Anadolu Agency/Azer News, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.