SURABAYA-KEMPALAN: Meski Pemilihan Gubernur Jawa Timur masih tiga tahun lagi, namun generasi milenial sudah memiliki nama-nama untuk dipilih nanti.
Nama Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berada dalam top mind generasi milenial. “Generasi milenial yang independen dan dinamis memunculkan calon-calon yang tidak diduga sebelumnya,” ujar peneliti senior Surabaya Survey Center, Surokim Abdus Salam, Senin (12/4).
Salah satu bakal calon yang tidak diduga adalah Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Hasil survei menunjukkan elektabilitas mantan anggota DPRD Jatim itu memperoleh 1 persen suara.

Surokim mengamati kepemimpinan kader Partai Kebangkitan bangsa (PKB) selama ini cukup disukai generasi muda. “Kepemimpinan beliau sangat disukai karena ada dramanya dalam tanda kutip. Salah satu contohnya video dia yang marah-marah soal tambang pasir kan banyak ditonton,” katanya.
Hal ini dikarenakan generasi milenial adalah kelompok yang tidak menyukai pencitraan, respek pada kejujuran dan menghargai kerja keras. Plus sumber informasi berpusat pada media sosial, bukan semata-mata media massa atau dari pemerintah.
Dia mengatakan ceruk suara dalam pesta politik dalam tiga tahun mendatang adalah generasi milenial. Dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura itu menjabarkan saat ini jumlah generasi milenial Jatim sudah mencapai 38 persen dari total populasi. Diperkirakan saat pesta politik berlangsung jumlahnya diperkirakan melebihi jumlah nasional yaitu 53 persen.
“Politisi tua yang menggunakan cara-cara lama tentu akan sulit untuk mendapat suara dari generasi milenial. Jadi ke depan sebaiknya gunakan kanal-kanal yang disukai generasi muda,” jelasnya.
Hasil survei menyebutkan elektabilitas Khofifah Indar Parawansa sebagai inkumben masih berada di posisi teratas dengan 26,8 persen. Disusul Menteri Sosial Tri Rismaharini 21,8 persen dan Emil Dardak sebesar 5,8 persen.
Selain itu, berturut-turut adalah nama Saifullah Yusuf, Puti Guntur Soekarnoputri, Abdullah Azwar Anas, Djarot Saiful Hidayat, Thoriqul Haq, Kusnadi, Irsyad Yusuf, Anwar Sadad, Eri Cahyadi, dan Halim Iskandar.
Lebih lanjut, Surokim mengatakan pesta politik mendatang jadi ajang pertempuran politisi tradisional versus pemilih milenial. “Mulai sekarang harus benar-benar diperhatikan karena medan konsentrasi pindah ke media massa dan media sosial,” terangnya.
Survei dilaksanakan pada 5-25 Maret 2021 dengan usia responden 17-38 tahun. Jumlah responden ada 1.070 orang yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Margin of error 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen menggunakan teknik multistage random sampling. (Nani Mashita)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi