Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 02:38 WIB
Surabaya
--°C

Gubernur Khofifah Berharap Transaksi Perdagangan Jatim-Malut Meningkat

TERNATE – KEMPALAN: Dalam rangka meningkatkan potensi perdagangan antar daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Misi Dagang dengan mempertemukan para pengusaha dari Jatim dengan para pengusaha dan warga Jatim di Provinsi Maluku Utara (Malut).

Misi Dagang dan Investasi Perdagangan Jatim dan Malut tersebut dipimpin langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan dilaksanakan di Hotel Sahid Bella, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (8/4). Demikian pula tim dari Malut, dipimpin langsung Gubernur Malut Abdul Ghani Kasubah.

Dalam Misi Dagang ini, Gubernur Khofifah dan Gubernur Malut Abdul Gani Kasubah menandatangani MoU kerjasama pembangunan daerah Provinsi Jatim dengan Malut.

Selain itu juga dilakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) di sektor perindustrian, pemberdayaan koperasi dan UMKM. Kemudian penandatanganan PKS antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jatim dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Malut.

Misi Dagang yang mengangkat tema “Meningkatkan Jejaring Konektivitas Antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara” ini diikuti oleh 150 pelaku usaha. Terdiri dari 50 orang pelaku usaha dari Jatim dan 100 orang dari Malut.

Para pelaku usaha dari Jatim membawa berbagai macam komoditas perdagangan, mulai ayam beku, beras, bibit tanaman, jagung, pipa besi, serta bahan pangan. Sedangkan, para pelaku usaha dari Malut membawa berbagai produk rempah-rempah, minyak kayu putih, hasil laut dan perikanan, serta nikel dan biji besi.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah berharap pelaksanaan Misi Dagang kali ini bisa meningkatkan transaksi potensi perdagangan dan konektivitas antara Jatim-Malut. Apalagi, hubungan dagang yang terjalin antara dua provinsi ini sudah terjalin sejak lama.

“Hubungan dagang antara Jatim-Malut ini sudah terjalin sejak lama. Di tahun 2020 kemarin, tercatat transaksi perdagangan produk dari Jatim ke Malut mencapai Rp 1,3 triliun. Sedangkan, perdagangan dari Malut ke Jatim mencapai Rp 930 miliar,” kata Khofifah.

“Perdagangan antar pulau ini memang sangat potensial. Di tahun 2020 perdagangan sektor antar pulau di Jatim yang terbangun surplus Rp 91 triliun. Sedang untuk ekspor terkontraksi Rp 8,1 triliun,” lanjut orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Khofifah menambahkan, market atau pasar di Jatim sangat potensial dengan jumlah penduduk mencapai hampir 41 juta orang. Apalagi, banyak bahan baku industri yang dibutuhkan Jatim ada di Malut, utamanya terkait rempah-rempah. Ada pula bahan baku ternak.

Selain itu, di bidang pertanian kerjasama juga bisa dilakukan, apakah gapoktan Jatim yang ke Malut atau sebaliknya. Sehingga kerjasama kedua provinsi ini saling menguatkan.

“Di Jatim kami tengah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan tambang nikel serta hilirny ada di Malut. Tentunya, ini bisa menjadi potensi komoditas perdagangan yang bisa dioptimalkan antara Jatim-Malut,” terangnya.

Sementara itu, Provinsi Malut banyak membutuhkan produk pertanian dan peternakan dari Jatim. Seperti daging ayam beku, telur ayam, beras organik, baja, besi dan masih banyak lagi. Karenanya, jaringan untuk bisa saling menguntungkan dalam pemenuhan kebutuhan perdagangan ini harus terjalin baik.

“Alhamdulillah sampai pukul 16.00 WIT, transaksi yang sudah tercatat mencapai Rp 500.212.860.000 . Ini menunjukkan potensialnya perdagangan antara Jatim dan Malut,” ujarnya.

Ke depan, Khofifah berharap bahwa hubungan antara dua provinsi ini tidak hanya soal perdagangan saja, tapi juga melebar hingga penguatan industri kreatif dan penguatan SDM. Terlebih, BPSDM Jatim telah ditunjuk Kemenpan RB dan LAN RI sebagai pelopor corporate university (corpu). Di mana, hanya ada dua provinsi yang ditunjuk sebagai corpu, yaitu Jabar dan Jatim.

“Kami ingin setelah ini ada PKS antara BPSDM Jatim dan BPSDM Malut di bidang Corpu. Karena ini akan memberi penguatan SDM di masing-masing institusi baik di level Pemprov ataupun pemkab/pemkot di Malut dengan kami yang ada di Jatim,” harap Khofifah.

Di akhir, Gubernur Khofifah menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Gubernur Malut atas dukungannya sehingga gelaran Misi Dagang bisa berjalan dengan lancar.

“Jadi lewat misi dagang dan investasi kali ini kita harapkan akan mampu menciptakan win-win profit antara dua provinsi,” pungkas Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasubah menyambut positif gelaran Misi Dagang dan Investasi yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim. Ia berharap agar kegiatan ini bisa menjadi pemicu kelsejahteraan bagi warga Maluku Utara.

“Potensi kita besar di rempah-rempah. Tentu kita berharap Jatim menjadi pasar yang strategis. Kita terus mendorong perdagangan kita akan bisa meningkatkan PAD kita,” tandas Gubernur Malut.

Silaturahmi dengan Warga Jatim

Pada rangkaian Misi Dagang ini, Gubernur Khofifah bersilaturahmi dengan warga Jatim yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Paguyuban Warga Jatim di Malut.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Royal’s Resto dan Function Hall, Ternate, Rabu (7/4) malam tersebut, Gubernur Khofifah mengajak Paguyuban Warga Jatim yang berada di Malut untuk ikut memperkuat potensi perdagangan antar daerah. Yaitu dengan membangun koneksitas dengan sektor-sektor yang dibutuhkan masyarakat Malut dari Jatim.

“Sinergitas ini penting, karena memang perdagangan antar pulau di Jatim ini potensinya luar biasa. Karenanya, dalam kegiatan misi dagang kita selalu mengagendakan silturahmi sebagai ajang jejaring warga Jatim,” ungkap Khofifah.

Khofifah mengatakan, ajang silaturahmi ini bukan sekadar kangen-kangenan, namun merupakan ajang jejaring yang melahirkan penguatan SDM, penguatan skala ekonomi, dan penguatan kohesivitas sosial. Sehingga, ada misi membangun kerukunan, membangun kehidupan yang harmoni, dan menguatkan ekonomi.

“Kaitan dengan momen silaturahmi pada misi dagang kali ini, kita harapkan bersama bisa membangun kerukunan warga Jatim yang ada di Malut. Sehingga, lewat silaturahmi ini kita bisa nyambung ati, dan nyambung program,” pintanya.(*)

Penulis:

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.