JAKARTA-KEMPALAN: Indonesia dan Jepang disinyalir telah menjalin kerja sama dalam sektor yang cukup esensial dan vital. Kedua negara ini melakukan kesepakatan pada sektor sistem persenjataan atau alat alutsista dan teknologi pertahanan.
Kesepakatan ini dapat terjalin dengan cukup baik, setelah ada pertemuan antara tokoh pemerintahan Indonesia dengan pemerintah Jepang. Yakni, Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri dan Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan dari pihak Indonesia dengan Toshimitsu Motegi selaku Menteri Luar Negeri Jepang dan Nobou Kishi selaku Menteri Pertahanan di Tokyo, Jepang, Selasa (30/3).
“Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk mempromosikan kerja sama keamanan dan pertahanan termasuk pengalihan alat dan teknologi pertahanan,” mengutip dari Kemhan.go.id, Rabu (31/3).

Sinergitas antara kedua negara ini mengenai konteks keamanan dan teknologi pertahanan ditandai dengan yang dilakukan oleh Prabowo Subianto sebagai stakeholder yang bertanggung jawab mengenai diplomasi perihal industri Indonesia dan Jepang.
Pada pertemuan itu, secara kontestual membahas sejumlah isu di bidang pertahanan. Substansi yang dibahas juga mengenai kebijakan negara tentang modernisasi alusista Indonesia dan pengembangan industri pertahanan nasional.
Untuk mengejawantahkan hal ini, Indonesia perlu membangun koneksi yang lebih luas dan kerja sama Internasional, salah satunya Jepang. Selain membicarakan mengenai industri pertahanan, keda negara ini juga membahas kerja sama militer. Diantaranya, bidang pendidikan, kunjungan pejabat, serta forum dialog sesuai dengan ruang lingkup Nota Kerja Sama dan Pertukaran Bidang Pertahanan pada 2015 lalu. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi