TOKYO-KEMPALAN: Di Jepang, hasil industri menurun sebanyak 2,1% dari bulan sebelumnya pada Februari karena gempa kuat yang melanda timur laut Jepang. Hal itu mengganggu suplai suku cadang untuk manufaktur perindustrian dan mengurangi produksi, menurut data yang ditunjukkan pemerintah seperti yang dikutip dari Japan Times Rabu (31/3).
Pada bulan Februari, indeks pengiriman industri turun 1,5% menjadi 94,4 sedangkan indeks persediaan turun 1,0% menjadi 94,3.
Berdasarkan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, sektor otomotif memimpin penurunan, jatuh 8,8% dari bulan sebelumnya setelah gempa bumi 13 Februari. Produsen mobil juga terpaksa memangkas produksi karena kekurangan chip global.
Produsen mesin listrik dan peralatan elektronik informasi dan komunikasi mengalami penurunan 2,9% menyusul peningkatan 7,6% dalam output pada Januari, katanya.
Meskipun jatuh, kementerian mempertahankan penilaiannya terhadap hasil industri, dengan mengatakan ada peningkatan.
“Secara keseluruhan, tren pemulihan dalam output terus berlanjut,” kata seorang pejabat kementerian, menambahkan bahwa gempa bumi adalah faktor satu-satunya.
Kementerian memprediksikan produksi meningkat pada periode Januari-Maret untuk peningkatan kuartalan ketiga berturut-turut.
Berdasarkan jajak pendapat produsen, kementerian memprediksikan hasil industri turun 1,9% di bulan Maret dan melonjak 9,3% di bulan April.
Tetapi kementerian memperingatkan bahwa survei, yang dilakukan pada 10 Maret, tidak memperhitungkan perkembangan pandemi COVID-19 yang terjadi di akhir bulan, seperti kebangkitan kembali infeksi di daerah-daerah yang mana keadaan darurat pemerintah dicabut. (Japan Times, Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi