Senin, 25 Mei 2026, pukul : 06:34 WIB
Surabaya
--°C

Doni Monardo Minta Jatim Perketat Bandara Juanda

SIDOARJO-KEMPALAN: Ketua Satgas Covid-19 Pusat Doni Monardo mengingatkan Pemprov Jatim agar terus melakukan pengetatan pintu masuk dari luar negeri agar dilakukan pemeriksaan secara detail. Terutama menjelang perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah.
“Jadi kami membahas agar Jatim memperkuat satgas daerah. Tentunya disini bantuan dari TNI dan Polri sangat penting sekali,” kata Doni saat kunjungan kerja (Kunker) Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Pusat dan Rapat Koordinasi terkait Penanganan Covid-19 di Jawa Timur yang dilaksanakan di Gedung VVIP Room, Bandara Juanda Sidoarjo, Kamis (1/4).
Dia menjelaskan hasil testing seluruhnya bagi pekerja migran yang pulang ke Indonesia diketahui, saat swab pertama tiba di tanah air sebanyak 1.444 yang positif. Kemudian swab kedua, meski sudah diisolasi, tetap ada yang positifi ada 658 orang.


“Apabila kita hanya melakukan swab sekali saja, berarti yang 658 orang luput dari pengawasan ke kampung halaman dan bertemu keluarga. Diantara keluarganya ada yang rentan, lansia dan komorbid, maka resikonya sangat fatal. Belum lagi strain baru yang kita ketahui sudah banyak tersebar disejumlah negara,” jelasnya.
Oleh karena itu, sesuai dengan perintah Presiden RI, Doni berharap agar Jatim dapat mengoptimalkan kemampuan dalam penanganan bagi WNI yang akan tiba melalui Bandara Juanda Sidoarjo. Sehingga, Jatim memiliki pola penanganan yang optimal.
“Kami mengimbau untuk sementara ini mereka-mereka (tenaga migran) bisa menunda kepulangannya ke tanah air, kecuali mereka yang sudah kehilangan pekerjaan,” katanya.
Mudik sendiri sudah dilarang oleh pemerintah, lantaran tiap libur panjang kasus Covid-19 melonjak tajam. Puncaknya kasus aktif pada akhir Januari dan awal Februari yaitu sebanyak 176 ribu orang.
Doni pun menganjurkan kepada Pemprov Jatim untuk membuat Satgas Karantina Jatim. Upaya itu agar lebih memaksimalkan dan memudahkan dalam mengkoordinir para tenaga migran yang tiba.
Meski begitu, pihaknya juga mengapresiasi Pemprov Jatim dalam menekan angka kasus Covid-19 di wilayahnya yang hingga saat ini terus terkendali. Bagi Doni, hal tersebut merupakan penurunan jumlah kasus yang luar biasa dalam 3 bulan terakhir.
“Kasus aktif jauh di bawah kasus aktif nasional, angka kesembuhan di atas angka nasional, hanya saja yang kurang adalah angka kematian masih di atas nasional,” imbuhnya.
Hal tersebut didukung dengan tingkat kepatuhan masyarakat mematuhi prokes yang menjadi format efektif untuk terbebas dari zona merah Covid-19. (Nani Mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.