BEIJING-KEMPALAN: Perusahaan Swedia mengatakan sedang mengerjakan rencana pengadaan material di tengah kritik atas kekhawatiran kerja paksa petani kapas di Xinjiang.
H&M mengatakan ingin mendapatkan kembali kepercayaan pelanggan di Cina, setelah seminggu reaksi boikot di Cina daratan untuk menggunakan kapas Xinjiang.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (31/3), perusahaan tersebut menekankan pentingnya pasar Cina dan mengatakan sedang mengerjakan strategi untuk pengadaan material.
Melansir dari SCMP, H&M mengatakan ingin menjadi pembeli yang bertanggung jawab di Cina dan di tempat lain, dan “Sekarang sedang membangun strategi berwawasan ke depan dan secara aktif mengerjakan langkah-langkah selanjutnya sehubungan dengan sumber material.”
Komitmen tersebut muncul saat perusahaan menghadapi badai kritik dari pelanggan dan pejabat Cina atas keputusannya untuk tidak mengambil kapas dari wilayah tersebut karena kekhawatiran tentang isu kerja paksa.
H&M mengumumkan keputusan tersebut dalam sebuah pernyataan pada tahun 2020 tetapi baru mulai menarik perhatian luas di Cina setelah Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris menjatuhkan sanksi pejabat dan entitas Cina atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.
Pada hari Senin (29/3), juru bicara pemerintah Xinjiang, Xu Guixiang mengatakan perusahaan multinasional harus menyadari bahwa memberikan sanksi terhadap Xinjiang hanya akan merugikan bisnis itu sendiri.
Terjebak di antara sanksi dan boikot, bisnis asing mendapati operasi mereka di Cina semakin dipolitisasi, menurut pengamat. (South Morning China Post, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi