JAKARTA-KEMPALAN: Tren penurunan kasus Covid-19 harian terus berlanjut. Jumlah zona merah corona di Indonesia pun ikut berkurang.
Dilansir dari situs Covid19.go.id, Satgas Covid-19 mencatat zona merah corona per 28 Maret 2021 menjadi 5 kabupaten/kota. Jumlah zona merah corona tersebut berkurang dari pekan sebelumnya 14 Maret 2021 yang mencapai ada 10 daerah.
Zona merah corona adalah daerah berisiko tinggi penularan virus corona penyebab Covid-19. Satgas Covid-19 memperbarui data zona penularan virus corona, dari zona merah, zona hijau, dan zona oranye setiap minggu.
Penurunan jumlah zona merah corona terjadi seiring berkurangnya kasus Covid-19 harian. Belakangan ini, jumlah kasus harian Covid-19 di Indonesia bertambah sekitar 5.000-an kasus. Bulan lalu, kasus harian Covid-19 menembus di atas 10.000 per hari.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarkat (PPKM) mikro di Pulau Jawa dan Bali membuahkan hasil positif. PPKM Mikro menekan zona merah corona di Jawa dan Bali.
Kini tidak ada daerah berstatus zona merah corona di Pulau Jawa. Sebelumnya, Jawa Tengah dan DKI Jakarta merupakan daerah dengan zona merah.
Sementara itu, sebanyak 43 siswa SMA Negeri 1 Sumatera Barat di Padang, Sumatera Barat terkonfirmasi positif Covid-19 setelah mengikuti pembelajaran tatap muka dan menetap di asrama sekolah.
“Jumlah siswa yang positif sebanyak 43 orang dengan rincian empat orang putri dibawa orang tua diisolasi di rumah sakit terdekat dengan rumah siswa,” kata Kepala SMAN 1 Sumatera Barat Budi Hermawan melalui surat yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan Sumbar, dikutip Selasa (30/3).
“39 orang yang positif (5 siswa putra dan 34 putri) diisolasi di asrama di lantai atas,” kata dia.
Budi mengatakan masih ada dua orang siswa lagi yang ditemukan reaktif dari pemeriksaan antigen dan baru mengikuti pemeriksaan swab PCR kemarin, Senin (29/2). Sementara 123 siswa lainnya sudah dipulangkan ke orang tua masing-masing.
Penularan di klaster sekolah ini bermula ketika sekolah mulai melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap untuk siswa kelas XII, kemudian kelas XI dan kelas X.
Sebelum sekolah dibuka, seluruh guru, tenaga kependidikan dan swab melakukan pemeriksaan swab PCR dan semua didapati negatif covid-19. Atas dasar hasil tes itulah kemudian pihak sekolah mulai menerapkan belajar tatap muka.
Namun di tengah pembelajaran tatap muka, ada seorang siswa yang mengeluhkan tidak bisa menggunakan indera penciumannya. Ia langsung diperiksa swab PCR dan didapati positif Covid-19 pada Sabtu (20/3).
Dari hasil tersebut, pihak sekolah langsung mendorong pemeriksaan swab terhadap 13 kontak erat siswa tersebut. Hasilnya, ditemukan enam siswa positif Covid-19. (kn/cn/ist)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi