Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 03:38 WIB
Surabaya
--°C

Parlemen Lebanon Meloloskan Pendanaan Darurat Demi Krisis Pemadaman

Menteri Energi Sementara Lebanon Raymond Ghajar

BEIRUT-KEMPALAN: Parlemen Lebanon telah menyetujui anggaran 200 juta dolar AS dalam pendanaan darurat untuk mencegah pemadaman listrik nasional pada Senin (29/3).

Pemadaman listrik telah menjadi hal biasa di Lebanon selama beberapa dekade, memaksa Lebanon menggunakan generator pribadi.

Keputusan pendanaan darurat itu diambil sehari setelah salah satu pembangkit listrik terbesar di negara itu, Zahrani di Lebanon selatan, berhenti beroperasi karena kehabisan bahan bakar.

Melansir dari Arab News, Menteri Energi Sementara Lebanon, Raymond Ghajjar mengatakan tiga minggu lalu bahwa negara akan terjun ke dalam “kegelapan total” jika tidak ada anggaran yang dialokasikan untuk membeli bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Electricity of Lebanon (EDL) yang dikelola negara menghadapi kekurangan dana yang mengerikan, karena Lebanon sedang bergulat dengan krisis ekonomi terburuknya sejak perang saudara 1975-1990.

Kekurangan ini diperburuk dengan masalah bahan bakar yang terhambat karena logistik sehingga terdapat masalah di beberapa pembangkit listrik.

Perusahaan listrik EDL telah menjalankan pinjaman yang dialokasikan di bawah anggaran 2020, tetapi anggaran 2021 belum juga disahkan, sedangkan negara masih berjuang dalam krisis politik.

Sekarang negara ini menghadapi krisis ekonomi dan kehabisan mata uang yang kuat untuk mendukung impor. (Arab News, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.