Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 09:32 WIB
Surabaya
--°C

Target Kuliah Offline, 3.557 Sivitas Kampus Unair Surabaya Divaksin

SURABAYA – KEMPALAN : Sebanyak 3.557 orang yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan Universitas Airlangga (Unair) dijadwalkan mengikuti vaksinasi selama lima hari, mulai Sabtu sampai dengan Rabu (27-31 Maret 2021) di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C. Diharapkan vaksinasi bisa tuntas sebelum kuliah offline dilaksanakan.
Program ini (vaksinasi, Red) memang ditujukan untuk mempercepat, percepatan program vaksinasi, terutama untuk mendukung pemerintah agar semester depan kuliah diharapkan bisa dilaksanakan secara offline, untuk menjaga standar ketercapaian learning outcome dari pembelajaran, ujar Direktur SDM UNAIR Dr. Endang Dewi Masithah, Ir., MP. dalam keterangan tertulisnya kepada portal berita kempalan.com, Minggu (28/3).

SALAH Seorang penerima vaksin Covid-19. (Foto: PKIP UNAIR)

Unair menerima 3.557 vaksin jenis Astra Zeneca dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Jumlah tersebut disesuaikan dengan daftar dosen dan tenaga kependidikan Unair yang belum divaksin. Adapun, jumlah pegawai aktif mencapai 4.150 orang.
Sisanya memang sudah divaksin, disesuaikan klaster prioritas sesuai ketentuan dari pemerintah, sebutnya.
Dalam program tersebut, ditarget rata-rata jumlah yang divaksin mencapai 700 orang setiap hari. Dengan perincian, terdapat 7 shift jadwal pemberian vaksin untuk dosen dan tenaga kependidikan. Artinya, rata-rata ada 100 orang yang mengikuti vaksinasi setiap jamnya.
Dari perbandingan jumlah pegawai dan masa pelaksanaan vaksinasi itu, kita buat tujuh jadwal dan 1 jam untuk istirahat setiap hari, ungkapnya.
Ini juga supaya tidak terjadi penumpukan dalam pelaksanaan vaksin. Jadi, harus juga kita jalankan program ini dengan mengedepankan disiplin pelaksanaan protokol kesehatan, tambah Dr. Endang.
Terdapat sebanyak 457 kelompok umur lansia dalam data kepegawaian Unair, mayoritas dosen. Menurut Dr Endang, tim medis Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) sudah menyiapkan prosedur khusus untuk kelompok-kelompok rentan. Disediakan tempat tersendiri bagi lansia untuk dilakukan skrining dan pendataan penyakit komorbid.
Kita ada data terkait kelompok rentan, lansia, ibu hamil, ibu menyusui ini. Namun, kita juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan pemerintah provinsi. Misal, ternyata mereka ternyata sudah dapat jatah vaksin sendiri, ujarnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Prof. Dr. Nasronudin,Sp.PD.,KPTI-FINASIM., menjelaskan, pihaknya mengerahkan kurang lebih 100 tenaga medis dalam mendukung program vaksinasi Unair, khususnya bagian-bagian non-administratif.
Rumah Sakit Unair mengerahkan per set, ada 20 vaksinatornya (bagian pemberian vaksin). Ini juga bisa ditambah, menyesuaikan kebutuhan. Namun, pada dasarnya Rumah Sakit Unair siap untuk menyukseskan vaksinasi di Universitas Airlangga maupun masyarakat di luar UNAIR, ujarnya.
Prosedur lanjutannya, untuk vaksin ini (Astra Zeneca) masanya 2 bulan lagi. Penerima vaksin mendapatkan vaksin kembali, imbuh Prof Nasronudin. (Nani Mashita)

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.