SURABAYA-KEMPALAN: Cabor bridge Pacitan melanjutkan kejayaannya. Prestasi moncer di tahun 2020, baik pada turnamen tingkat provinsi maupun nasional, berlanjut di tahun ini. Pada Turnamen Bridge Online (TBO) Swiss Pairs KU 21, yang dikhususkan untuk atlet-atlet bridge Jatim pada kategori kelompok usia 21 tahun, Pacitan menyabet gelar Juara 1 dan Juara 3.
Pebridge Pacitan Wahyu Micho Indrawan yang berpasangan dengan Dimas Nuruddin Khalis merebut gelar juara 1 dengan meraih 89,14 Victory Point (VP) setelah 6 sesi pertandingan. Keluar sebagai juara 2 Alif Naufal Basman – Darina Raihani Hawasi dari Pamekasan dengan 87,66 VP. Pacitan juga meraih peringkat 3 dari pasangan Keyza Aleanindya Qurotu’aini – Muhammad Faihsal Abyan dengan 85,63 VP. Peringkat 4 diduduki pasangan Gresik Achiyan Kamal – Novendra dengan 82,98 VP.
TBO Swiss Pairs KU 21 berlangsung tanggal 20 – 21 Maret 2021 yang diikuti oleh Kabupaten/Kota di Jawa Timur serta perguruan tinggi seperti ITS, Unair, dan Universitas Jember. Wasit kepalada Anang Fahmi mengatakan bahwa turnamen ini berjalan dengan baik dan persaingan cukup merata. “Jumlah peserta cukup banyak 60 pasang, padahal dibatasi kelompok usia 21 tahun. Antusiasme peserta bagus. Daerah-daerah memanfaatkan turnamen ini sebagai persiapan mengikuti Porprov Jatim tahun depan. Sampai sesi terakhir atau sesi 6 perebutan peringkat atas berlangsung sengit. Akhirnya pasangan-pasangan Pacitan, Pamekasan, dan Gresik menduduki peringkat 1 sampai 4”, ujar Anang Fahmi Senin, 22 Maret 2021.
Keberhasilan Pacitan ini menunjukkan cabor bridge adalah andalan dari Kabupaten Pacitan. Prestasi demi prestasi terus diraih. Sepanjang tahun 2020 kemarin bridge Pacitan Berjaya di beberapa kejuaraan bridge. Di antaranya adalah meraih medali emas Kejurnas Bridge Online, menyabet gelar juara pada turnamen Piala Gubernur Jatim, serta meraih medali emas pada Kejurprov Bridge Jatim.
Pelatih dan pembina bridge Pacitan Sujarno mengatakan bridge memang salah satu program unggulan KONI Pacitan dan menjadi ajang mengasah kemampuan serta prestasi sejak dini. “Dengan berlatih secara rutin dan aktif mengikuti pertandingan, anak-anak Pacitan telah meraih prestasi. Tak hanya tingkat provinsi, namun anak-anak Pacitan mampu bersaing di tingkat Nasional”, kata Sujarno.
TBO Swiss Pairs KU 21 ini menurut Sujarno secara umum sukses baik penyelenggaraan maupun jumlah peserta. “Turnamen ini cocok di waktu pandemi karena secara virtual. Meskipun belum menunjukkan riil kekuatan bridge di Jatim, paling tidak ini sebagai uji coba kekuatan menjelang Kejurprov dan Porprov di tahun depan. Semoga Gabsi Jatim rutin menyelenggarakan turnamen seperti ini agar bridge Jatim berjaya di ajang nasional maupun internasional”, pungkas Sujarno. (Gabsi Jatim for Kempalan.com)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi