Senin, 9 Februari 2026, pukul : 18:45 WIB
Surabaya
--°C

Hubungan Bulgaria-Rusia Memanas, Moskow Langganan Kirim Mata-mata

SOFIA-KEMPALAN: Pemerintah Bulgaria melalui Kementerian Luar Negerinya dalam sebuah pernyataan pada Senin (22/3) memutuskan dua diplomat Rusia sebagai persona non-grata setelah penangkapan enam warga negara Bulgaria yang dituding terlibat dalam aktivitas mata-mata untuk pemerintah Rusia.

Hal ini adalah serangkaian penangkapan yang dilakukan oleh pihak berwenang di Bulgaria atas orang-orang yang diduga menjadi mata-mata untuk Rusia. Meskipun hubungan yang merosot di antara keduanya, Rusia masih melaksanakan proyek infrastruktur enerdi di negara Balkan tersebut.

Kementerian Luar Negeri mendapatkan informasi dari jaksa penuntut yang menyidang enam tersangka mata-mata itu bahwa dua diplomat Rusia terlibat dalam kasus tersebut, maka dari itu keduanya diberi waktu 3×24 jam untuk meninggalkan Bulgaria. Namun kementerian itu tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Kedutaan Besar Rusia di Sofia memperingatkan kemungkinan balasan dari Rusia atas pengusiran tersebut.

“Kami harus menyatakan dengan menyesal bahwa demarkasi tak berdasar dari otoritas Bulgaria ini tidak akan berkontribusi pada pembangunan lebih lanjut dari dialog Rusia-Bulgaria yang konstruktif. Pihak Rusia berhak untuk membalas,” kata kedutaan dalam pernyataan yang diposting di media sosial yang dikutip Kempalan dari BNE Intellinews. Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Bulgaria didukung oleh pemerintah AS dan Inggris.

“Inggris mendukung Bulgaria melawan aktivitas jahat Rusia yang berupaya merusak kedaulatan sekutu NATO kami. Kami sepenuhnya mendukung upaya Bulgaria dalam mengganggu dugaan jaringan mata-mata & mengambil langkah untuk mengatasi tindakan bermusuhan Rusia di wilayahnya,” tulis Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab di Twitter.

“Bulgaria adalah teman, sekutu NATO, dan partner. Kami dengan penuh perhatian mengawasi penyelidikan Bulgaria atas dugaan jaringan mata-mata Rusia. AS sangat mendukung kedaulatan Bulgaria dan mendukung orang Bulgaria melawan aktivitas jahat ini di wilayah mereka,” tulis juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price di Twitter.

Kementerian Luar Negeri Bulgaria menyampaikan bahwa kedua diplomat tersebut telah “melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan Konvensi Wina mengenai Hubungan Diplomatik.” Keduanya adalah Maxim Ribkin, sekertaris pertama dari Kedutaan Rusia dan Alexander Zinkin, sekertaris kedua. Permasalahan mata-mata ini bergerak ke arah Ivan Illiev, bekas Intelijen Militer di Bulgaria yang mana istrinya yang memiliki kewarganegaraan ganda Bulgaria-Rusia juga terlibat di dalamnya.

Kasus ini bukan yang pertama kali dimana pada September 2019, seorang pemimpin Russophile National Movement didakwa sebagai mata-mata dan bekas petugas intelijen Rusia Leonid Reshetnikov dilarang masuk Bulgaria, sementara pada Januari dan September 2020, sudah empat diplomat Rusia yang masuk daftar persona non grata di Bulgaria. (BNE Intellinews/Balkan Insight, rez)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.