MOSKOW-KEMPALAN: Pertemuan antara delegasi Republik Islam Afghanistan dengan Emirat Islam Afghanistan (Taliban) di Moskow pada (19/3) diikuti dengan konferensi internasional berkaitan dengan proses perdamaian intra-Afghanistan.
Menurut Radio Free Europe/Radio Liberty, pertemuan ini hanya enam minggu sebelum tenggat waktu penarikan pasukan asing dari Afghanistan pada 1 Mei. Dalam pertemuan ini, seorang pejabat senior di Afghanistan menyampaikan bahwa pemerintahnya dan Taliban telah sepakat untuk mempercepat perundingan damai yang bertujuan untuk menyelesaikan peperangan di Afghanistan.
Pertemuan itu bertujuan untuk menghidupkan negosiasi yang dimulai pada bulan September antara pemerintah Afghanistan dan Taliban, yang terhenti karena tuduhan pemerintah bahwa pemberontak tidak berbuat banyak untuk menghentikan kekerasan. Delegasi Afghanistan yang dipimpin oleh ketua Majelis Tinggi Afghanistan untuk Rekonsiliasi Nasional (HCNR) Abdullah Abdullah, dan delegasi Taliban yang dipimpin oleh wakil politik kelompok itu Mullah Abdul Ghani Baradar, juga hadir.
Abdullah Abdullah, mengatakan kepada kantor berita Rusia RIA Novosti bahwa kedua belah pihak tidak membahas masalah khusus ketika mereka bertemu pada 19 Maret. Namun ia mengatakan bahwa pemerintah Afghanistan mengekspresikan “kesiapannya untuk mempercepat proses [perdamaian] dan Taliban juga sama.
Melansir Reuters, pemerintah Rusia menjadi tuan rumah dari konferensi internasional mengenai Afghanistan mulai Kamis (18/3) yang mana AS, Rusia, Cina dan Pakistan mengeluarkan pernyataan bersama meminta kedua belah pihak di Afghanistan untuk mencapai kesepakatan damai dan menghentikan kekerasan dan meminta Taliban tidak melancarkan serangan selama musim semi dan musim panas.
Mereka juga meminta agar pihak-pihak di Afghanistan segera membicarakan permasalahan mendasar untuk menyelesaikan konfliknya. Masalah-masalah tersebut termasuk “dasar-dasar negara Afghanistan yang damai dan stabil di masa depan, isi dari peta jalan politik yang mengarah pada pemerintahan yang inklusif, dan modalitas gencatan senjata yang permanen dan komprehensif,” ujar pernyataan itu.
Kementerian Luar Negeri Afghanistan menyambut baik pernyataan bersama itu dan mengatakan pemerintah di Kabul berkomitmen untuk terlibat dalam negosiasi “substantif dan serius” untuk membangun gencatan senjata dan mencapai “penyelesaian politik yang komprehensif yang mengakhiri perang dan mewujudkan perdamaian yang langgeng di negara itu.”
“Hanya melalui negosiasi perdamaian diplomatik dan kompromi perdamaian dapat dicapai,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam sambutan pembukaannya yang dikutip Kempalan dari Voice of America. “Dan kesepakatan yang ingin dicapai harus mencakup kepentingan semua pihak.” Diplomat Rusia itu juga mengatakan negaranya siap untuk memfasilitasi tetapi Afghanistan harus memimpin.
Konferensi Moskow dipandang sebagai pembuka jalan untuk pertemuan pemain regional yang lebih besar di Turki pada bulan April, serta pertemuan puncak yang telah diminta oleh utusan AS Zalmay Khalilzad untuk diorganisir oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kehadiran Khalilzad dipandang sebagai tanda meningkatnya upaya pemerintah AS untuk menarik dukungan di antara kekuatan regional untuk rencananya untuk Afghanistan. (Reuters/RFE/RL/VoA, rez)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi