Kamis, 12 Februari 2026, pukul : 11:09 WIB
Surabaya
--°C

Teknologi Masa Depan Cina, Alat Pengenal Wajah untuk Monyet

XI’AN-KEMPALAN: Sebuah tim peneliti dari Northwest University di Cina baru-baru ini menggunakan teknologi pengenalan wajah dalam mengidentifikasi monyet berhidung pesek emas Qinling, dan mengembangkan sistem yang dapat mengenali setiap individu monyet dalam kelompok tersebut.

Guo Songtao, profesor di School of Life Sciences, Northwest University, mengatakan bahwa teknologi itu pertama kali digunakan untuk mengenali individu dari sekelompok monyet berhidung pesek berwarna emas yang langka di Qinling, dan akurasi pengenalannya tercatat lebih dari 95%. Kini teknologi tersebut dapat mengenali 41 spesies primata dengan lima spesies mamalia non primata seperti beruang dan panda merah.

Melansir dari CGTN, Guo menunjukkan bahwa teknologi tersebut dapat diterapkan untuk identifikasi dan konservasi spesies terancam punah lainnya. Dengan melacak angka-angka dalam kelompok dengan cara yang nyaman dan akurat, teknologi tersebut menjanjikan terobosan dalam survei dan pemantauan keanekaragaman hayati mamalia.

“Saat teknologi pengenalan wajah monyet sepenuhnya berkembang, kami dapat mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam set kamera infra merah di pegunungan. Sistem akan secara otomatis mengenali monyet, memberi nama dan menganalisis perilakunya,” ujar Zhang He, anggota tim peneliti dari Northwest University yang dikutip Kempalan dari Global Times. Ia menambahkan bahwa dari setiap monyet berhidung pesek itu didapatkan 700 hingga 800 gambar dengan keberhasilan untuk mengenali wajahnya hingga 94%.

Saat ini, teknologi pengenalan wajah monyet sedang dalam tahap promosi eksperimental dan dapat mengidentifikasi sekitar 200 monyet emas di Gunung Qinling.

Dibandingkan dengan pengenalan wajah untuk manusia, teknologi pengenalan wajah monyet berbeda karena wajah monyet emas lebih berbulu, membuat fitur tekstur lebih kompleks, yang menempatkan persyaratan yang lebih tinggi pada kemampuan pembelajaran yang mendalam dari sistem pengenalan.

“Alam liar itu rumit, dan monyet emas tidak bekerja sama dengan proses seperti yang dilakukan manusia. Sulit untuk menangkap gambar dan video berkualitas tinggi, yang penting untuk meningkatkan tingkat pengenalan. Tujuan kami adalah berhasil mengidentifikasi setiap monyet tertangkap kamera,” tutur Li Baoguo, pemimpin tim peneliti. (CGTN/Global Times, rez)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.