Jokowi: Revolusi Industri 4.0 Ubah Banyak Hal, Ilmu Pengetahuan hingga Teknologi
KEMPALAN: Joko Widodo, Presiden RI, mengatakan bahwa masyarakat terkhusus civitas akademika, untuk adaptif dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang semakin cepat.
Joko Widodo menyebut bahwa Revolusi Industri 4.0 telah banyak mengubah sektor-sektor fundamental dalam suatu bangsa, seperti ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Revolusi industri jilid ke-4 telah berbuat banyak, ilmu pengetahuan, dan teknologi lama menjadi using. Teori manajemen, organisasi, dan model bisnis juga banyak berubah,” ucap Joko Widodo ketika membuka Dies Natalies ke-45 Universitas Negeri Sebelas Maret secara virtual, Jumat (12/3).
Revolusi industri 4.0 yang menekankan pada aspek yang sangat dinamis, tentu menjadi tantangan bagi masyarakat untuk dapat survive dan adaptif. Ditambah, teknologi dan digitalisasi yang semakin maju akan menambah proses yang serba dinamis dalam berbagai hal.
Joko Widodo menyebut bahwa pola komunikasi dan gaya hidup masyarakat juga banyak berubah. Oleh karenanya, agenda-agenda riset di perguruan tinggi pun harus banyak melakukan penyesuaian.
“Tentu saja hal ini membutuhkan perubahan program studi, dibutuhkan perubahan kurikulum, dan dibutuhkan perubahan karakter dosen,” ujar Joko Widodo.
Sebenarnya kondisi yang serba modern cukup berpengaruh terhadap model pendidikan di Indonesia. Adanya pandemi Covid-19 menambah penggunaan model pendidikan via daring menjadi wajib hukumnya. Hal ini diperkuat dengan semakin banyaknya aplikasi yang mempermudah untuk terlaksananya pembelajaran daring, seperti Zoom dan Google Meet.
Joko Widodo menegaskan bahwa dunia yang cepat berubah seperti saat ini, kecepatan, kreativitas, dan inovasi merupakan kunci untuk memenangkan kompetisi. Ia terus menyarankan agar para civitas akademika untuk tidak terjebak dengan cara yang biasa-biasa saja.
“Pandemi Covid-19 telah mengajarkan kepada kita untuk mendobrak cara-cara lama yang dulu dianggap tabu sekarang justru menjadi cara hidup baru,” ungkapnya.
Digitalisasi yang dulu sangat sulut untuk diakses oleh civitas akademika, kini sudah mulai secara kolektif diimplementasikan. Diharapkan seluruh institusi, termasuk sekolah dan kampus, mampu memanfaatkan hal yang berpeluang. (Rafi Aufa Mawardi)
