Neville: Guardiola Membangun Generasi Kedua Manchester City
KEMPALAN: Guardiola telah berhasil memandu City meraih dua gelar Liga Premier dalam tiga musim pertamanya sebagai pelatih, namun hanya berhasil finish di posisi kedua dengan selisih 18 poin di belakang juara liga Liverpool musim lalu.
Banyak pakar yang menyebut kondisi City musim lalu sebagai masa transisi. Namun, dengan kemunculan Ruben Dias, Joao Cancelodan, dan Phil Foden, ditambah dengan evolusi John Stones dan Ilkay Gundogan, telah membuat Guardiola membentuk kembali timnya dan mengembalikan dominasi City musim ini.
Kemenangan beruntun 21 pertandingan telah membuat City mengambil kembali kendali penuh atas perburuan gelar Liga Premier. The Cityzens juga belum tersingkir perburuan trofi di Liga Champions dan kedua kompetisi piala domestik.
Berbicara melalui podcast, pakar Sky Sports, Gary Neville menilai bahwa kesuksesan proyek transformasi Guardiola di Man City lah yang menyebabkan klub itu kembali menguasai Liga Premier
“Jika Anda bertanya kepada saya apakah pertahanan City yang terdiri dari Cancelo, [Oleksandr] Zinchenko, Stones, dan Dias saat awal musim akan sering kebobolan gol. Saya akan mengatakan iya. Namun, ternyata mereka tidak, dan mereka semua pantas mendapat pujian besar.”
“Saya kenal Cancelo, saya pernah bekerja dengannya di Valencia, saya selalu menyukai permainannya. Dias adalah bek yang sensasional dan pemain yang brilian. Setelah melawannya ketika saya melatih di Spanyol, saya tahu City telah merekrutnya ketika mereka mendapat [Aymeric] Laporte.”
“Untuk Stones, saya pernah bekerja dengannya bersama Inggris, dan melihat bakatnya yang hebat, namun Anda hanya akan melihat kemampuan terbaiknya saat konsentrasi dan fokusnya muncul saat momen-momen besar dalam pertandingan. Namun, apa yang kita lihat sekarang adalah dia bisa selalu bermain di level tertingginya di setiap pertandingan dalam tim yang hebat”
“Jadi City memiliki bek muda brilian, yang berani dalam hal mendorong garis pertahahan dan mengambil bola. Mereka memiliki pemain lini tengah yang bagus dan berkembang sebagai sebuah tim.”
Mewarisi Vincent Kompany, Yaya Toure, David Silva, dan Sergio Aguero ketika pertama kali bergabung dengan City, Guardiola tidak mengalami banyak kesulitan karena sudah di dukung talenta-talenta yang mumpunu. Sekarang dia (guardiola) sedang menjalani masa transisi, meregenerasi skuadnya dengan cara yang mirip dengan yang dilakukan Sir Alex Ferguson selama 13 tahun karirnya di Old Trafford.
“Ini mirip seperti apa yang dilakukan Sir Alex Ferguson di Manchester United, dia membangun tim-tim hebat selama tiga atau empat tahun kemudian mengubahnya dan tim hebat lainnya akan muncul,” tambah Neville.
“Pada kasus Pep, kita bisa melihat akhir dari era Kompany, Aguero, dan Silva. periode dalam sejarah Manchester City itu akan segera berakhir.”
“Dalam setahun – dan itu membutuhkan waktu setahun setelah Kompany pergi dan tidak menggantikannya – tampaknya sekarang Pep sedang membangun tim generasi berikutnya”
“Ada beberapa pemain yang tersisa dari tim lama, sama seperti yang terjadi di United, namun terdapat juga nama baru, seperti Dias, Cancelo, Zinchenko, dan Foden yang datang.”
“Gundogan adalah pemain dengan kasus khusus, sama dengan Riyad Mahrez yang dibeli dua tahun lalu sebagai bagian dari tim lama itu, tapi sekarang dia adalah pemain yang berbeda di tim baru ini.”
“Jadi apa yang Anda lihat adalah transisi ke tim yang hampir baru. Itulah yang perlu dilakukan Guardiola dalam kariernya. Para pemain lapar dan permain sepak bola mereka sangat bagus. Guardiola sedang membangun generasi kedua tim Manchester City.” (Edwin Fatahuddin/Sky Sport)









