Kamis, 12 Februari 2026, pukul : 11:20 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah Minta Pencarian Korban Terus Dilakukan

NGANJUK, KEMPALAN: Bencana tanah longsor yang terjadi, Minggu (14/2/2021) di Kabupaten Nganjuk mendapat perhatian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Orang nomor satu di Jatim itu meninjau langsung lokasi bencana di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kab. Nganjuk, Senin (15/2).

Didampingi Bupati Nganjuk Novi Rahman,  Danrem 081, Dandim, Kapolres Nganjuk serta beberapa Kepala Dinas  Pemprov Jatim, Khofifah melihat lokasi longsor.

Setibanya di lokasi, Khofifah langsung mendengarkan paparan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terkait kronologis bencana. Dia pun menyerahkan sejumlah santunan kepada korban maupun masyarakat yang terdampak bencana sekaligus meninjau Dapur Umum, Posko Bencana dan Posko Kesehatan, sekaligus Pos Ante Mortem.

Khofifah menyerahkan bantuan berupa satu ton beras,  makanan anak sebanyak 200 paket, matras 200 lembar, kasur 200 lembar, kids ware 50 paket, makanan siap saji 120 paket dan selimut 50 lembar.

Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan berupa 4 set APD, 1 unit Alkom, 120 paket lauk pauk serta 120 paket tambahan gizi. Sejumlah alat berat dan beberapa ambulance juga diterjunkan

Pada kesempatan itu, Khofifah membagikan sejumlah bantuan dan membagikan buku kepada anak-anak terdampak.

Kepada awak media, Khofifah menyampaikan bahwa proses pencarian korban longsor terus dilakukan sampai ditemukan seluruh korban yang tertimbun. Untuk mempercepat pencarian, pihak kepolisian akan menerjunkan anjing pelacak.

“Saya telah berkoordinasi dengan Pak Kapolres dan ternyata sudah disiapkan anjing pelacak untuk mempercepat proses identifikasi,” katanya.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Menurut Khofifah, lokasi bencana memang cukup curam. Kondisi tebing mengharuskan untuk meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan. “Utamanya alat berat dan juga dipersiapkan jalan-jalan atau akses lainnya, sehingga dapat mencapai titik tertentu agar dapat mencapai titik perkiraan  korban,” terangnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menuturkan bahwa Pemkab Nganjuk saat ini sudah memberikan edukasi kepada warganya untuk meningkatkan kewaspadaan. Itu penting dilakukan untuk mengantisipasi longsor susulan.

“Banyak warga telah diedukasi dan ditingkatkan kewaspadaannya jika sewaktu waktu terjadi intensitas hujan yang cukup tinggi,” jelasnya.

Tak hanya itu, adanya retakan tanah yang berpotensi terjadinya longsor harus diberi tanda atau warning. Termasuk mengajak warga mengambil langkah evakuasi diri.

“Kita tidak bisa menduga ternyata hujan intensitas tinggi terus mengguyur wilayah ini dan akhirnya terjadi longsor. Kita semua menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban meninggal  dari bencana  longsor ini. Kita doakan agar warga yang telah meninggal seluruh amalnya diterima oleh Allah SWT dan seluruh khilafnya diampuni. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, keikhlasan dan ketabahan. Dan bagi yang sedang dirawat di rumah sakit semoga  lekas sembuh,” sambung Khofifah.

Khofifah berharap, ke depan daerah yang berada di sekitar lempengan yang berpotensi kerentanan lahan longsor perlu diwaspadai.  “Mengingat ini lahan Perhutani maka saya minta Bupati Nganjuk dapat mengkordinasikan untuk menyiapkan relokasi lahan terdekat yang aman,” pintanya.

Bupati Nganjuk Novi Rahman mengatakan, sampai saat ini proses evakuasi terus dilakukan. Berdasarkan update Posko Lapangan warga yang menjadi korban sebanyak 21 orang.

Sampai saat ini, telah ditemukan 14 korban longsor. Dua orang ditemukan dalam keadaan selamat, sedangkan 12 diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Dia berjanji, proses evakuasi korban akan terus dilakukan sampai 14 hari mendatang. Kemudian melakukan pembersihan puing-puing dan menyiapkan relokasi bagi masyarakat yang terdampak longsor.

Sementara itu, pada saat berinteraksi dengan masyarakat dan keluarga terdampak bencana longsor, Khofifah  menyampaikan terimakasih kepada relawan yang telah membantu proses evakuasi, pengungsian,  logistik serta dapur umum.

Khofifah juga  mengajak semua masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, utamanya meminimalisir bencana longsor lainnya.

Pasalnya, musibah bencana alam yang akhir-akhir ini terjadi memiliki kesamaan akibat dari lemahnya  perhatian terhadap lingkungan.

Dia mengungkapkan bahwa bencana alam yang terjadi di Gempol Pasuruan,  Bandar Kedung Mulyo Jombang dan di Ngetos Nganjuk sama-sama ada kaitannya dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Ujian ini memang cara Allah untuk mengingatkan kita semua. Ada tanah yang mungkin mulai rentan, ada sungai yang ternyata kasusnya sama, ada sampah yang nyumbat akhirnya mengakibatkan banjir,” terang Khofifah.

Orang nomor satu di Jatim ini menekankan kepada masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan sekitar. Karena setiap kepedulian atau abainya terhadap lingkungan akan berdampak pada kehidupan sekitar.

“Ayo kita lebih peduli dan perhatian terhadap lingkungan kita semua,” pungkasnya. (*)

Peliput: Dwi Arifin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.