Rendahkan Korban Pelecehan Seksual, Iklan Shopee di Indonesia Dikecam
JAKARTA-KEMPALAN: Shopee, meminta maaf atas iklan online di Indonesia yang memicu keributan di media sosial karena mengejek korban pelecehan seksual.
Pada akun gosip populer Indonesia di Instagram, postingan berbayar tersebut tampak meniru peringatan perempuan tentang bahaya aplikasi kencan, memanfaatkan screenshot agar seolah-olah menjadi perbincangan nyata.
Menggunakan bentuk dan menggambarkan perilaku predator laki-laki, satu bagian menampilkan seorang laki-laki mengirim pesan kepada seorang perempuan, yang ternyata adalah iklan Shopee.
Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan iklan tersebut telah dihapus dan berjanji tidak akan mengulang kesalahan itu.
“Pelecehan seksual adalah topik yang perlu ditangani dengan sangat hati-hati dan serius, bukan sebagai lelucon atau promosi,” katanya dalam sebuah pernyataan.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas penggunaan bahan yang tidak sesuai untuk materi pemasaran.”
Iklan itu dikecam secara online. Pengguna media sosial menilainya itu meremehkan dan merendahkan korban pelecehan seksual.
Di Twitter, pengguna menyerukan untuk memboikot Shopee. Mereka memposting rasa terkejut dan rasa jijik mereka dengan menggunakan tagar #UninstallShopee.
Menggunakan kedok laporan pelecehan seksual untuk sebuah iklan sangat memilukan, kata seorang netizen, @HwhippedHyunji: “Saya kehabisan kata-kata, ini sama sekali tidak dapat diterima.” (cna/freddy)



